Analisis Tingkat Kematian Gulma Melastoma malabathricum Menggunakan Bahan Aktif Metil metsulfuron Pada Tingkat Konsentrasi Yang Berbeda di Perkebunan Kelapa Sawit

Penulis

  • Sylvia Madusari Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi

Kata Kunci:

Melastoma malabathricum, Metil metsulfuron, Gulma, Kelapa Sawit.

Abstrak

Tujuan penelitian ini mengetahui efek konsentrasi herbisida yang berbeda-beda terhadap tingkat kematian gulma senduduk (Melastoma malabathricum). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode aplikasi secara langsung di lapangan dan pengamatan dilakukan terhadap tingkat kematian gulma berdasarkan perubahan morfologi organ daun dan batang. Penelitian ini dilakukan dalam dua kelompok, yaitu: 1) aplikasi herbisida dengan bahan aktif 20% metil metsulfuron yang diberikan pada konsentrasi herbisida: 2,5 g/10 liter air, 5 g/10 liter air dan 7,5 g/10 liter air; dan 2) aplikasi herbisida dengan bahan aktif 0,7% metil metsulfuron, yang diberikan dengan konsentrasi herbisida: 1,0 g/10 liter air; 1,5 g/10 liter air; 2,0 g/10 liter air. Berdasarkan hasil penelitian, aplikasi pada kelompok pertama dengan konsentrasi 5 g/10 liter air dan 7,5 g/10 liter air dapat mengendalikan gulma senduduk dengan merusak jaringan daun dan batang gulma dan juga lebih ekonomis dan membutuhkan waktu 28 hari setelah penyemprotan. Sedangkan pada kelompok kedua dengan konsentrasi 1,0 g/10 liter air  dan 2,0 g/10 liter air dapat mengendalikan gulma senduduk dengan merusak jaringan daun dan batang gulma, namun yang paling ekonomis adalah pada  konsentrasi  1,5  g/10 liter air,  karena  perlakuan   ini  mampu menyebabkan  kerusakan  pada  bagian  daun  dan  batang  gulma  senduduk  dalam waktu 24 hari setelah penyemprotan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2016-12-01