Aplikasi Bioinsektisida Biji Mahoni (Swietenia mahagoni) untuk Pengendalian Hama Belalang (Valanga nigricornis) di Pre- Nursery
Kata Kunci:
Belalang, Bioinsektisida, Mahoni.Abstrak
Pengendalian hama belalang di areal pembibitan perkebunan kelapa sawit secara konvensional dengan menggunakan insektisida memberikan dampak negatif karena meninggalkan residu yang sulit terurai bagi tanaman dan lingkungan, serta menimbulkan resistensi sehingga menyebabkan munculnya hama spesies baru. Bioinsektisida dari biji mahoni merupakan alternatif pestisida nabati karena senyawa alelokimia yang terkandung di dalamnya bersifat racun bagi hama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan yang digunakan pada percobaan terdiri atas M1 kontrol (insektisida Sidalmethrin 1%), M2 (ekstrak biji mahoni 100 gr/l), M3 (ekstrak biji mahoni 200 gr/l), M4 (ekstrak biji mahoni 300 gr/l). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 12 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas satu sampel dan jumlah belalang yang digunakan adalah 12 ekor. Hasil penelitian menunjukan biji mahoni dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan organik bioinsektisida untuk pengendalian hama belalang. Bioinsektisida biji mahoni efektif dalam mengendalikan hama belalang terlihat dari perubahan perilaku, waktu kematian, dan kondisi fisik belalang. Dosis terbaik bioinsektisida biji mahoni dalam mengendalikan hama belalang terdapat pada perlakuan 300 gr/l, terlihat dari semua parameter.