Penerapan Lean Warehousing untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional Pergudangan (Studi Kasus pada Gudang Distributor FMCG)
Kata Kunci:
Lean warehousing, Value added, Non value added, TIMWOOD, Process cycle efficiency, Waste, Root cause analysis.Abstrak
Waktu siklus operasional gudang yang tinggi mengindikasikan bahwa masih ada aktivitas tidak bernilai tambah (non value added activity) dan pemborosan (waste) dalam aliran proses. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya efisiensi, meningkatnya lead time, serta belum optimalnya kinerja layanan pergudangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klasifikasi aktivitas value added (VA) dan non value added (NVA), mengidentifikasi jenis pemborosan dominan berdasarkan pendekatan TIMWOOD, menentukan akar penyebab utama pemborosan, serta merumuskan rancangan perbaikan berbasis konsep lean warehousing. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif yang meliputi pengukuran waktu proses terhadap enam aktivitas utama (receiving, sorting, searching, picking, packing, dan checking), perhitungan Process Cycle Efficiency (PCE), analisis frekuensi waste menggunakan pendekatan TIMWOOD, root cause analysis dengan diagram sebab-akibat (fishbone diagram), serta penyusunan rencana perbaikan menggunakan kerangka 5W1H. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lean warehousing secara sistematis dan terukur berpotensi menurunkan aktivitas NVA, meningkatkan nilai PCE, memperpendek lead time, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan gudang secara berkelanjutan.